Thursday, March 22, 2012

Review Film The Woman in Black




Film dibuka dengan scene tiga anak perempuan yang tengah bermain. Ketiganya tiba-tiba mendengar suara musik. Seperti tersihir, mereka berjalan menuju ke arah jendela dan membukanya, lalu menjatuhkan diri ke bawah. Tak lama terdengar suara teriakan histeris seorang wanita. Berikutnya scene berganti ke Arthur Kipps (Daniel Radcliffe) yang pada hari Selasa itu harus meninggalkan London dengan kereta api. Arthur yang kehilangan isterinya karena meninggal saat melahirkan, harus meninggalkan anak tunggalnya, Joseph (Misha Handley) di bawah penjagaan pengasuhnya, sementara ia harus menangani penjualan rumah mendiang Alice Drablow, Eel Marsh House.





Di dalam kereta api, Arthur berkenalan dengan Sam Daily (CiarĂ¡n Hinds), penduduk lokal yang mengundangnya untuk makan malam di rumahnya. Sementara penduduk lainnya menolak keberadaannya. Dari mulai pemilik penginapan yang menyatakan tidak ada kamar kosong. Beruntung isteri pemilik penginapan yang iba jika Arthur tidak memiliki tempat berteduh, sementara di luar hujan turun dengan lebatnya memberikan tempat di ruang bermain. Kamar yang ditempati Arthur ini adalah ruang tempat ketiga anak perempuan di awal film bermain sebelum akhirnya melompat dari jendela.





Tidak hanya pemilik penginapan, penduduk lainnya juga bersikap antipati terhadap kehadiran Arthur. Saat ia mengunjungi Jerome (Tim McMullan), ahli hukum setempat, ia langsung diusir keluar dan kusir yang mengantarnya ternyata telah diminta untuk langsung mengantarnya ke stasiun untuk kembali ke London. Beruntung setelah membayar lebih mahal, kusir itu setuju untuk mengantarnya ke Eel March House. 





Saat mempelajari dokumen yang berhubungan dengan rumah itu, Arthur beberapa kali dikejutkan oleh suara-suara dalam rumah itu, mulai dari suara lumpur yang tiba-tiba keluar dari kran, burung gagak yang tiba-tiba masuk ke dalam ruangan dari jendela, hingga suara jeritan dari luar rumah. Arthur pun menghambur keluar untuk mencari sumber suara, tapi ia tidak bisa melihat apa pun karena kabut telah turun. Saat itu ternyata sudah pukul lima dan kusir yang telah dibayarnya telah berdiri di depannya untuk menjemputnya kembali ke penginapan.





Saat mendatangi kantor polisi untuk meminta keterangan tentang anak Alice Drablow yang mati tenggelam pada usia tujuh tahun dan tak pernah ditemukan jasadnya, Arthur dikejutkan oleh dua anak laki-laki yang memapah saudara perempuannya yang setelah mendengar suara musik lalu seperti tersihir. Gadis kecil yang malang itu, Victoria Hardy (Alexia Osborne) mendadak muntah darah dan meninggal di pelukan Arthur.





Arthur menjadi penasaran setelah isteri pemilik penginapan memohon padanya untuk segera kembali ke London. Apalagi saat Elizabeth (Janet McTeer), isteri Sam tiba-tiba seperti kerasukan dan mencoba menggambar di atas meja makan dengan memakai pisau sebagai pengganti pensil. Acara makan malam pun berubah muram. 





Sam lalu bercerita bahwa anak laki-lakinya meninggal karena tenggelam saat bermain di pantai bersama temannya. Elizabeth masih belum merelakan kematian anaknya dan mengaku masih merasakan kehadiran Nicholas (Sidney Johnston). Arthur dapat memahami perasaan Elizabeth, karena ia sendiri masih merasakan kehadiran mendiang isterinya, Stella (Sophie Stuckey).





Setelah kematian Victoria, penduduk desa yang marah menghadang Arthur yang tengah menumpang mobil Sam. Arthur diminta meninggalkan tempat itu. Sam pura-pura setuju untuk mengantar Arthur ke stasiun, tapi ia lalu melajukan mobilnya ke Eel March House. Setelah menurunkan Arthur dan meninggalkan anjingnya untuk menemani Arthur, Sam pulang ke rumahnya dan berjanji akan menjemput Arthur.





Arthur makin merasakan keseraman rumah itu saat ia lagi-lagi mendengar suara jeritan meminta tolong. Saat memberanikan diri memasuki kamar Jennet Humfrye (Liz White), saudara perempuan Alice yang mati gantung diri setelah anaknya yang direbut darinya mati tenggelam, Arthur menemukan tulisan tangan di dinding yang ditulis dengan darah. Tadinya tulisan itu tertutup kertas pelapis dinding. Arthur pun menghambur keluar setelah hantu Jennet yang bergaun hitam menampakkan padanya bagaimana ia bunuh diri dengan loncat dari kursi goyang yang ia jadikan pijakan saat menggantung dirinya di plafon kamarnya. Apalagi saat hantu Nathaniel (Ashley Foster), anak Jennet yang direbut darinya dan diaku anak oleh Alice muncul dari seprai di ruang tidur. Sosoknya yang berlumuran lumpur membuat Arthur menghambur ke luar rumah. Di depan pintu, Sam telah siap untuk mengantarnya kembali ke penginapan.





Saat kembali, ternyata ada kebakaran besar. Tanpa berpikir panjang, Arthur masuk ke dalam rumah untuk menyelamatkan anak perempuan yang masih berada di dalam rumah. Namun Arthur terkejut saat hantu Jennet yang bergaun hitam menyihir anak perempuan itu untuk menjatuhkan lampu minyak yang lalu membuat api makin membesar dan membakar dirinya. 





Saat Arthur bicara lagi dengan Elizabeth, perempuan itu memberitahunya tentang hantu Jennet, wanita bergaun hitam yang membalas dendam karena anaknya direbut darinya dan dibiarkan mati tenggelam tanpa pernah ditemukan jasadnya. Karena itu banyak anak yang meninggal di tempat itu, termasuk Nicholas, anak Elizabeth. Setiap kali hantu Jennet yang bergaun hitam muncul, anak-anak yang menjadi korbannya akan mendengar suara musik yang menyihir mereka untuk bunuh diri.





Setelah mendengar penuturan Elizabeth, Arthur yang cemas hantu Jennet akan mencelakai Joseph yang akan menyusulnya pada hari Sabtu lalu kembali ke Eel March House. Dengan dibantu Sam, Arthur menyelam ke kubangan lumpur untuk mencari jasad Nathaniel. Ia lalu mempertemukan hantu Jennet dengan anaknya dan menguburkan jasad Nathaniel dengan jasad Jennet dalam peti mati yang sama.





Perkiraan Arthur keliru. Ternyata Jennet masih menaruh dendam. Saat Joseph tiba di stasiun, ia membuat anak itu lepas dari genggaman tangan ayahnya dan berdiri di tengah rel kereta sementara kereta api melaju ke arahnya. Arthur yang mencoba menyelamatkan Joseph akhirnya ikut tewas. Mereka akhirnya bertemu dengan Stella dan bisa berkumpul kembali. Sedang di kejauhan hantu Jennet mengamati mereka. 





Plot film ini bergerak cepat dan dramatis. Beberapa kali penonton dikejutkan oleh kehadiran hantu Jennet. Suasana seram dibangun perlahan, namun intens. Penonton tidak akan rugi menyaksikan film ini. Bagaimana pun orang menonton film horor memang karena ingin ditakut-takuti. Meski film ini tidak luar biasa menyeramkan, minimal menontonnya cukup membangun suasana tegang dan dijamin akan dibuat kaget dengan scene sederhana yang cukup membuat jantung berdetak lebih kencang.





* Gambar dipinjam dari Wikipedia.