Thursday, December 8, 2011

Belajar Tentang Hidup dari Serial Last Christmas (8)


Episode 8


Haruki menceritakan masalahnya yang terkait dengan Aoi dan Hitomi kepada Sachiko. Ia juga menjelaskan pada Aoi bahwa Hitomi sekarang ini hanya ia anggap teman. Aoi sendiri sedang dalam masalah. Temannya, Shiho berhutang dengan mencatut namanya, sehingga kini Aoi ditagih hutang oleh debt collector. Belum lagi Higaki yang telah berubah pikiran, kini ganti mengejarnya. Higaki menolak kembali pada Fujisawa padahal gadis itu telah membatalkan rencana kepergiannya ke New York dan bersedia menikahi Higaki. Tentu saja, Aoi menolak pendekatan Higaki. Fujisawa yang kecewa akhirnya meneruskan rencananya untuk berangkat ke New York.





Takase yang tidak rela jika Aoi diperalat oleh Shiho menceritakan masalah Aoi pada Haruki. Untuk membantu melunasi hutang Shiho, Aoi terpaksa meminjam uang dari Higaki. Tanpa sepengetahuan Haruki, Hitomi memberitahu Aoi bahwa ia masih mencintai pria itu. Hitomi juga mengiba pada Haruki sambil menangis, meminta pria itu untuk meninggalkan Aoi dan kembali padanya. Haruki menolak permintaan Hitomi dan berjalan pulang sambil menembus hujan. 





Aoi akhirnya menyadari bahwa melunasi hutang Shiho tidak akan membuatnya berubah. Ia pun menemui Shiho dan memberitahukan keputusannya. Shiho mengejutkan Aoi saat ia bercerita bahwa Haruki telah lebih dulu datang padanya dan memberitahunya bahwa Aoi tidak akan membantu melunasi hutangnya. Mendengar hal itu, Aoi pun bermaksud mengembalikan uang yang dipinjamnya dari Higaki.





Hitomi masih berusaha mendapatkan Haruki kembali. Ia meneleponnya, tapi yang bersangkutan sedang sibuk bermain bowling melawan Shintani. Jika ia berhasil mengalahkan Shintani, maka Shintani setuju untuk menikahi Takase. Hitomi akhirnya bisa menerima kenyataan bahwa Haruki tidak akan kembali padanya. Higaki yang belakangan juga menyadari kesalahannya lalu menyusul Fujisawa ke New York. 





Aoi yang kembali melakukan check up kesehatan meminta dokternya untuk tidak memberitahu Haruki hasil pemeriksaannya. Sementara itu, pemilik apartemen yang ditinggali oleh Aoi dan Haruki jadi melakukan renovasi dan mencopot pintu yang menghubungkan kedua apartemen mereka dan menggantinya dengan dinding. 





Mari belajar dari Takase Ayaka:


Terkadang orang-orang di sekeliling kita adalah orang-orang yang demikian baiknya, sehingga tidak sadar tengah dimanfaatkan. Mereka tidak bisa bersikap tegas dan berkata "tidak". Takase adalah orang yang jeli melihat hal itu. Ia yang menjadi "penyambung lidah" bagi Aoi dan Haruki. Ia yang memberitahu Haruki bahwa Shiho memperalat Aoi untuk melunasi hutangnya, sehingga Haruki bisa mengambil inisiatif mendatangi Shiho lebih dulu, mendahului Aoi. Sedikit-banyak, hal ini mungkin menginspirasi Haruki bahwa ia tidak boleh bersikap terlalu baik pada Hitomi, agar tidak menimbulkan salah tafsir.